• 145
    register_1

    Bantuan > Regulasi > Launch Store > Persetujuan Penjual

    Dasar-Dasar Hak Cipta

    Apa itu Hak Cipta?

    Hak cipta adalah perlindungan legal yang diberikan di Indonesia kepada karya asli. Hak cipta melindungi buku, naskah, lukisan, foto, musik, video dan pekerjaan sinematografi, perangkat lunak dsb. dengan mencegah orang lain menggunakan hasil pekerjaan tersebut tanpa izin. Untuk dilindungi, pekerjaan tersebut harus dibuat dalam bentuk permanen, seperti dokumen tertulis atau gambar.

    Hak cipta adalah Serangkaian Hak

    Hak cipta adalah sebundel hak, termasuk hak eksklusif untuk mendistribusikan, menjual, memperbanyak, menampilkan kepada publik, dan membuat karya turunan dari karya tersebut. Lama perlindungan hak cipta untuk menerbitkan karya sastra, drama, musik atau artistik dan juga fotografi adalah selama 50 tahun. Pada kasus karya yang belum dipublikasikan, hak cipta menetap sampai masa berlaku 50 tahun habis dari tahun pertama publikasi. Dengan cara yang sama, pada kasus rekaman suara dan sinematografi film adalah selama 70 tahun. Namun, hak cipta program dan televisi kabel dan penyiaran suara hanya bertahan selama 50 tahun. Fakta bahwa karya sudah kuno tidak berarti bahwa hak cipta habis masa berlakunya. Hingga akhir masa perlindungannya, pemilik hak cipta memiliki hak untuk menjual, memindahkan, menyerahkan, atau melisensi satu atau semua hak eksklusif ini ke seseorang.

    Penjualan kembali Pekerjaan dengan Hak Cipta

    Menurut UU hak cipta, pemilik salinan pekerjaan dengan hak cipta biasanya berhak untuk menjual kembali salinan yang dimiliki. Contohnya, jika Anda membeli salinan DVD film, Anda boleh menjual kembali DVD tersebut. Perlindungan hak cipta mencegah Anda menyalin DVD film dan menjual kembali salinannya. Jika Anda memiliki lisensi hak menggunakan barang dengan hak cipta tersebut, Anda harus meninjau lisensi dan mengkonsultasi dengan pengacara Anda untuk menentukan apakah Anda dapat menjual kembali barang tersebut.

    Menjual Melawan Memberikan Barang

    Perlindungan hak cipta termasuk hak eksklusif untuk mendistribusikan pekerjaan hak cipta. Hal ini biasanya berarti memberikan salinan tidak resmi dari pekerjaan dengan hak cipta (contohnya duplikat salinan kaset video) tidak diizinkan. Maka dari itu, menjual pensil seharga Rp. 5000,- dan termasuk “gratis” salinan DVD tidak resmi bisa bertentangan hukum.

    Melanggar kebijakan ini dapat berakibat pada beberapa tindakan, diantaranya:

    • Pembatalan daftar barang

    • Pengenaan denda

    • Pembatasan hak pada akun

    • Penangguhan akun

    Beberapa Contoh

    Penjual dapat melanggar perlindungan hak cipta dan UU dengan melakukan hal berikut ini:

    • ‘Burning’ salinan film DVD dan menjual kembali salinannya (kecuali Penjual memiliki hak ciptanya)

    • Foto kopi buku lalu menjual kembali salinannya (kecuali Penjual memiliki hak ciptanya)

    • Mengubah dan menjual kembali lukisan atau foto dengan hak cipta

    Informasi Tambahan

    Untuk informasi lebih lanjut tentang hak cipta, lihat sumber berikut ini: UU Republik Indonesia No. 19 Tahun 2001 tentang hak cipta

    Mengapa blanja.com Memiliki Kebijakan Ini?

    blanja.com menghimbau Penjual dan Pembelinya untuk mematuhi semua hukum dan peraturan pemerintah. Penjualan tidak resmi barang asli adalah ilegal, dan juga bertentangan dengan kebijakan blanja.com. Penjual yang tidak yakin legalitas barangnya tidak boleh menjual barang tersebut di blanja.com. Kebijakan ini membantu Pembeli dari Pembelian barang tiruan dan tidak resmi, serta membantu pemilik hak kekayaan intelektual melindungi haknya.

    LOADING